Terhitung mulai Sabtu, 18 April 2026, PT Pertamina resmi memberlakukan penyesuaian harga ke atas untuk komoditas BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sejumlah SPBU di wilayah Kota Denpasar telah menerapkan harga baru tersebut. Adapun rincian lengkap mengenai kenaikan harga di wilayah ini adalah sebagai berikut:
Pertamax Turbo: Rp19.400 (Naik Rp6.300)
Dexlite: Rp23.600 (Naik Rp9.400)
Pertamina Dex: Rp23.900 (Naik Rp9.400)
Selain dihantam kenaikan harga BBM nonsubsidi yang cukup signifikan, konsumen di Kota Denpasar kini harus menghadapi kendala lain: kosongnya stok Pertamax. Salah satu titik yang terpantau kehabisan stok adalah SPBU 51.801.30 di Jl. Hayam Wuruk. Petugas setempat mengonfirmasi bahwa pasokan Pertamax belum tiba, sehingga konsumen terpaksa beralih ke Pertamax Turbo yang harganya kini menyentuh Rp19.400 per liter.
Situasi stok BBM nonsubsidi di Bali, khususnya Denpasar, mengalami dinamika pasca penyesuaian harga. Meskipun di SPBU 54.801.05 Jalan Hayam Wuruk stok dilaporkan habis, masyarakat masih bisa mendapatkan pasokan di wilayah Sumerta Kelod. Lokasi tepatnya berada di SPBU 54.801.09 Jalan Raya Puputan No.188. Disarankan bagi pengendara untuk memantau tanda kerucut di depan pompa sebelum mengantre guna menghindari kekosongan stok.
Penyesuaian harga BBM yang berlaku per Sabtu (18/4) ini merujuk pada standar formula yang ditetapkan Kementerian ESDM dalam Kepmen No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Area Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan singkat bahwa harga baru ini sudah sesuai dengan prosedur penyusunan harga energi nasional. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan mendetail mengenai faktor teknis yang memicu kenaikan harga ketiga produk nonsubsidi tersebut.