Tahukah kamu kalau Bangli adalah kabupaten tertua di Bali? Di tahun 2026 ini, usianya sudah mencapai 822 tahun, lho! Sejarah panjang ini bermula dari Prasasti Kahen-Bangli tahun 1204 Masehi. Selain menyandang status kota tertua, Bangli juga punya ciri khas unik: menjadi satu-satunya wilayah di Bali yang tidak punya pantai karena lokasinya berada tepat di tengah daratan.
Kisah masa lalunya juga sangat menarik. Konon, Bangli sempat dilanda wabah penyakit (kegeringan) yang mencekam. Namun, di bawah perlindungan Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana, situasi berhasil diatasi. Sang Raja kemudian mengajak warga yang mengungsi untuk pulang dan menghidupkan kembali ritual keagamaan sepanjang tahun sebagai bentuk syukur atas pulihnya negeri.
Momentum bersejarah Kota Bangli bermula dari titah sakral yang diucapkan oleh Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana pada 10 Mei 1204 Masehi. Dalam sabdanya, beliau memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang berani melanggar aturan, dengan ancaman hukuman spiritual yang berat—mulai dari kemalangan di dunia hingga siksaan di akhirat oleh Yamabala. Perintah yang penuh dengan nilai ketegasan dan kepatuhan inilah yang menjadi tonggak utama penetapan hari lahir Kabupaten Bangli yang terus diperingati hingga saat ini.

Evolusi Kekuasaan: Dari Kerajaan Vasal Menuju NKRI
Empat abad berselang setelah era Prasasti Pura Kehen, Kerajaan Bangli resmi berdiri pada sekitar tahun 1600-an Masehi sebagai bagian dari kekuasaan Kerajaan Gelgel di Klungkung. Namun, stabilitas politik berubah ketika peristiwa kudeta oleh Maruti memicu Bangli untuk melepaskan diri dan berdiri mandiri. Perjalanan sejarahnya semakin dinamis saat kolonial Belanda mulai melakukan infiltrasi politik terhadap otoritas raja-raja Bali. Setelah sempat berada di bawah pengaruh pemerintahan Belanda, Bangli akhirnya mengukuhkan kedaulatannya dengan bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jejak Geologis dan Kekayaan Budaya Kabupaten Bangli
Kabupaten Bangli menyimpan warisan geologis yang luar biasa, mulai dari terbentuknya kaldera Gunung Batur purba akibat aktivitas magma setengah juta tahun silam hingga terciptanya Danau Batur. Seluruh bukti sejarah bumi ini terdokumentasi dengan apik di Museum Geopark Batur.
Selain kekayaan alam, Bangli juga memiliki kekayaan antropologis yang tak ternilai. Setra Trunyan menyuguhkan sistem pemakaman terbuka yang autentik dari masyarakat Bali Aga. Di sisi lain, kemajuan tata kelola lingkungan ditunjukkan oleh Desa Penglipuran. Kedisiplinan warga dalam mengelola sampah menjadikan desa ini sebagai model pelestarian lingkungan yang selaras dengan nilai spiritualitas masyarakat Bali.