• News
  • Desa Adat Denpasar Siap Serap Hasil Pengolahan Sampah Organik

    0 0
    Read Time:1 Minute, 34 Second

    Desa Adat Denpasar menegaskan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengimplementasikan pengolahan sampah berbasis sumber. Langkah strategis ini menjadi tonggak penguat kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah kota demi menuntaskan isu lingkungan di jantung Ibu Kota Bali. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma, saat bertemu dengan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sosialisasi yang berlangsung di Wantilan Setra Agung Badung, Minggu (19/4/2026).

    Menghadapi tantangan sampah di 106 banjar, Alit Wirakesuma menyerukan pentingnya tanggung jawab kolektif dari tingkat atas hingga akar rumput. Fokus utama desa adat saat ini adalah mengoptimalkan pengolahan sampah organik dan sampah sisa upakara agar bisa tuntas di sumbernya. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan ini sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk melakukan pemilahan dan pencacahan sampah dari rumah tangga menjadi faktor penentu apakah program mandiri ini dapat berjalan berkelanjutan atau tidak.

    Desa Adat Denpasar telah menyusun strategi hilir yang matang untuk memastikan hasil olahan sampah organik tidak terbuang percuma. Alit Wirakesuma menjelaskan bahwa jika pupuk dari tong komposter atau sistem teba modern warga sudah melimpah, pihak desa telah menyediakan lahan khusus yang akan dikembangkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Beliau menilai peran aktif desa adat ini sebagai langkah krusial dalam mempercepat penanganan sampah di tingkat hilir sembari menunggu pengoperasian penuh teknologi PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik).

    Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa pemilahan antara sampah organik dan anorganik memiliki kaitan erat dengan keberhasilan teknologi Waste to Energy. Sampah yang telah terpilah dengan baik memiliki kadar air yang lebih rendah dan nilai kalori yang lebih stabil, sehingga proses pembakaran di PSEL menjadi jauh lebih efisien serta minim emisi. “Kami mengapresiasi tinggi dedikasi Desa Adat Denpasar. Dengan budaya memilah, kita tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga mendukung optimalisasi energi bersih yang ramah lingkungan,” tuturnya.

    Happy
    Happy
    0 %
    Sad
    Sad
    0 %
    Excited
    Excited
    0 %
    Sleepy
    Sleepy
    0 %
    Angry
    Angry
    0 %
    Surprise
    Surprise
    0 %
    2 mins